Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarakatuh

al yauma hadits :
Para sahabat bertanya : "Ya rasulullah islam apakah yang terbaik ?", rasulullah menjawab : "Islam terbaik adalah mengucapkan salam kepada orang yang kau kenal maupun tidak kau kenal dan memberi makan kepada orang yang kau kenal maupun tidak kau kenal

Senin, 30 November 2009

Ciri-ciri Islam

1.RAHMAT
2.KEAMANAN
3.MENCIPTAKAN KEADILAN
4.MENENTANG SIKAP BERLEBIHAN DAN KEEKSTRIMAN
5.TEGAS TERHADAP KEKAFIRAN

Selasa, 29 September 2009

Ikhwanul Muslimin

Ikhwanul Muslimin

Ikhwan atau lengkapnya Ikhwanul Muslimin adalah sebuah gerakan Islam terbesar di zaman modern ini. Seruannya ialah kembali kepada Islam sebagaimana yang termaktub di dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah serta mengajak kepada penerapan syari'at Islam dalam kehidupan nyata. Gerakan ini telah mampu membendung arus sekularisasi di dunia Arab dan Islam.

Sejarah berdiri

Nama besar Ikhwan tak lepas dari nama besar pendirinya pula, Syaikh Hasan al-Banna (1324 - 1368 H/1906 - 1949 M). Lahir di sebuah kampung di kawasan Buhairah, Mesir, Imam Syahid—begitu Imam Hasan biasa dipanggil—tumbuh dalam lingkungan yang taat beragama; menerapkan Islam secara nyata dalam seluruh aspek kehidupannya. Di samping belajar agama di rumah dan di masjid, ia belajar pada sekolah pemerintah. Pada tahun 1927, Imam Syahid menamatkan pelajarannya di Dar al-'Ulum.

Setelah tamat dari Dar al-'Ulum, ia menjadi guru pada sebuah sekolah dasar di Isma'iliyyah. Dari Isma'iliyyah inilah ia memulai aktivits keagamaannya di tengah-tengah masyarakat, terutama di warung-warung kopi di hadapan para karyawan Proyek Terusan Suez.

Dzul Qa'idah 1327 H/April 1928 M adalah bulan didirikannya cikal bakal Ikhwan. Tahun 1932 Hasan al-Banna pindah ke Kairo. Bersama itu pula gerakannya berpindah dari Isma'iliyyah ke Kairo. Tahun 1352 H/1933 M beliau menerbitkan sebuah bulletin pekanan Ikhwan yang dipimpin oleh Muhibuddin Khatib (1303 - 1389 H/1886 - 1969 M). Kemudian tahun 1357 H/1938 M terbit majalah al-Nadzir. Lalu menyusul al-Syihab, tahun 1367 H/1947 M. Seterusnya majalah dan berita-berita Ikhwan terbit secara teratur. Ikhwan sadar betul, bahwa sebuah perjuangan di zaman sekarang haruslah ditopang dengan media yang kokoh pula. Sebuah perjuangan tanpa media, ibarat melangkah tanpa punya pelapis dan bemper.

Pada awal berdirinya, tahun 1941 M, Ikhwan hanya terdiri 100 orang. Namun 100 orang ini merupakan hasil pilihan langsung Imam Syahid sendiri. Tahun 1948 Ikhwan turut serta dalam perang Palestina. Mereka masuk dalam angkatan perang khusus. Peristiwa ini telah direkam secara rinci oleh Kamil Syarif dalam bukunya 'Al-Ikhwan al-Muslimun fi Harbi Falasthin.

Pada tanggal 8 November 1948, Muhammad Fahmi Nagrasyi, perdana menteri Mesir waktu itu, membekukan gerakan Ikhwan dan menyita harta kekayaannya serta menangkap tokoh-tokohnya. Kelak penangkapan anggota Ikhwan terjadi selama puluhan tahun dan terus berkembang sampai kini.

Desember 1948, Muhammad Fahmi Naqrasyi, perdana menteri Mesir saat itu, diculik. Orang-orang Ikhwan dituduh sebagai pelaku penculikan dan pembunuhan tersebut. Ketika jenazah Naqrasyi diusung, pendukung-pendukungnya berteriak-teriak, "Kepala Naqrasyi harus dibayar dengan kepala Hasan al-Banna!" Dan pada tanggal 12 Februari 1949 Hasan al-Banna terbunuh oleh pembunuh misterius.

Tahun 1950 berdasarkan keputusan Dewan Tertinggi Negara, Ikhwan direhabilitasi. Ketika itu Mesir diperintah oleh kabinet al-Nuhas. Dewan tersebut juga memutuskan bahwa pembekuan Ikhwan selain tidak sah, juga inkonstitusional.

Tahun 1950 Hasan al-Hudhaibi (1306 -1393 H/1891 - 1973 M), terpilih menjadi Mursyid 'Al-Mahdi Al-Ikhwan al-Muslimun. Ia adalah salah seorang ahli hukum di Mesir. Ia juga berkali-kali ditangkap. Tahun 1954, ia divonis hukuman mati, tetapi kemudian diringankan menjadi seumur hidup. Tahun 1971 ia dibebaskan terakhir kalinya.

Oktober 1951 konflik antara Mesir dn Inggris semakin memuncak. Ikhwan melancarkan perang urat saraf melawan Inggris di Terusan suez. Peristiwa ini telah direkam oleh Kamil Syarif dalam bukunya 'Al-Muqawamat al-Sirriyyah fi Qanat Suwes.

Tanggal 23 Juli 1952, pasukan Mesir di bawah pimpinan Muhammad Najib, bekerja sama dengan Ikhwan melancarkan Revolusi Juli. Tetapi kemudian Ikhwan menolak kerja sama dalam pemerintahan, karena mereka mempunyai pendapat dan pandangan yang jelas tentang metode revolusi. Gamal Abdul Nashr menganggap penolakan tersebut sebagai penolakan terhadap mandat revolusi. Kemudian kedua belah pihak terlibat serangkaian konflik dan permusuhan yang semakin hari semakin tajam.

Akibatnya, tahun 1954, pihak pemerintah melakukan penangkapan besar-besaran terhadap anggota Ikhwan dan beribu-ribu orang dijebloskan ke dalam penjara. Alasan pemerintah, karena orang Ikhwan telah berupaya memusuhi dan mengancam kehidupan Jamal Abdunnashr di lapangan Mansyiyyah, Iskandariyyah. Bahkan pemerintah Mesir telah menghukum mati 6 anggota Ikhwan.

Tahun 1965 - 1966 bentrokan antara Ikhwan dan pemerintah Mesir terulang kembali untuk kedua kalinya. Pemerintah kembali melakukan penangkapan besar-besaran, melakukan penyiksaan serta memenjarakan anggota Ikhwan. Bahkan tiga orang di antarannya telah dihukum gantung, yaitu : Sayyid Quthb, Hawasi, Abdulfattah Isma'il. Sejak itu Ikhwan bergerak secara rahasia sampai Gamal Abdul Nashr meninggal dunia 28 September 1970.

Ketika Anwar Sadat berkuasa, orang-orang Ikhwan mulai dilepaskan secara bertahap. Sepeninggal Hudhaibi, Umar Tilmisani (1904-1986 M) terpilih menjadi Mursyid 'Aam. Di bawah pimpinannya Ikhwan menuntut hak-hak jama'ah secara utuh dan mengembalikan hak milik jama'ah yang dibekukan oleh Gamal Abdul Nashr. Tilmisani menempuh jalan kompromi dengan penguasa dan berkali-kali beliau menyerukan, "Bergeraklah dengan bijak dan hindarilah kekerasan dan ekstremisme." Saat ini Ikhwan mengamanahi Mahdi Akif sebagai Mursyid 'Aam.

Pemikiran Ideologi Ikhwan

Pemahaman Ikhwan terhadap Islam bersifat universal, tidak mengenal adanya pemisahan antara satu aspek dengan aspek lainnya. Kaitanya dengan dakwah Ikhwan, Syaikh Hasan al-Banna mengatakan, "Gerakan Ikhwan adalah dakwah salafiyah, thariqah sunniyah, haqiqah shufiyyah, lembaga politik, klub olah raga, lembaga ilmiah dan kebudayaan, perserikatan ekonomi dan pemikiran sosial."

Dalam Risalah Ta'alim, Hasan al-Banna berkata, "Rukun Bai'at kita ada sepuluh. Karena itu hafallah baik-baik. Yaitu: Faham, Ikhlas, Amal, Jihad, Berkorban, Tetap pada pendirian, Tulus, Ukhuwah dan percaya diri." Kemudian beliau berkata, "Wahai saudaraku yang sejati! Ini merupakan garis besar dakwah Anda. Anda dapat menyimpulkan prinsip-prinsip tersebut menjadi lima kata, yaitu : sederhana, membaca Al-Qur'an, shalat, sikap kesatria dan akhlaq."

Sayyid Quthb, dalam bukunya Khashaish al-Tashawwur al-Islami wa Muqawwimatuhu, memberikan gambaran tentang pemahamannya dan pemahaman Ikhwan. Lambang Ikhwan adalah dua bilah pedang menyilang melingkari Al-Qur'an, ayat Al-Qur'an dan tiga kata: haq (kebenaran), quwwah (kekuatan) dan hurriyyah (kemerdekaan).

Penyebaran Ikhwan

Gerakan Ikhwan dimulai di Isma'iliyyah kemudian beralih ke Kairo. Dari Kairo tersebar ke berbagai pelosok dan kota di Mesir. Akhir tahun 40-an, cabang Ikhwan di Mesir sudah mencapai 3000 dan tiap cabang memiliki anggota yang cukup banyak.

Ikhwan meluas ke negara-negara Arab. Ia berdiri kukuh di Suriah, Palestina, Yordania, libanon, Irak, Yaman dan lain-lain. Dewasa ini anggota dan simpatisannya tersebar di berbagai penjuru dunia. Saat ini, Ikhwan menjadi satu-satunya gerakan Islam terbesar di dunia yang mampu menyatukan segala perjuangan dan umat Islam. (sa/berbagaisumber) www.eramuslim.com

Jumat, 11 September 2009

Ma'rifatullah

Sesungguhnya perjalanan hidup kita adalah proses mengenal Allah atau mencari Allah, disadari atau tidak tidak disadari, Islam menamakannya Ma'rifatullah, namun dalam mencari Allah setiap insan manusia berbeda-berbeda, ada yang cepat menyadari bahwa ini adalah petunjukNYA, ada yang tidak menyadari dan ada pula yang menyadari namun mengingkarinya ! Inilah kehidupan kita setiap peristiwa yang kita alami merupakan sebab akibat dari Allah swt

4 ciri orang tawadhu dan 4 sifat orang istimewa

4 ciri orang tawadhu :
1. Tidak marah atau sakit hati jika dicemooh
2. Tidak benci apabila dikatakan sombong
3. Tidak serakah terhadap kedudukan
4. Tidak menganggap dirinya sebagai orang yang dihormati dan disegan

4 sifat orang istimewa :
1. Berani ketika meninggalkan waktu istirahatnya untuk beribadah kepada Allah
2. Memberikan sesatu yang dimilikinya kepada oranglain yang membutuhkan
3. Tidak menghendaki kedudukan
4. Tetap pada pendirian baik diejek maupun dipuji

Bukti ketauhidan seseorang ketika disakiti orang lain :
1. Memaafkan
2. Keyakinan terhadap qadha
3. Penghapusan dosa
4. Munculmya kesadaran terhadap kekurangan dirinya
5. Memuji dan bersyukur kepada Allah
6. Menunjukkan sikap ramah

LDK KOMDA FSH

Sabtu, 05 September 2009

Hikmah berpuasa

Hikmah puasa sangat banyak sekali, bila kita lihat dari sisi kesehatan puasa dapat mengistirahatkan organ-organ dalam tubuh kita yang sering bekerja disaat kita tidak berpuasa seperti, lambung, usus dll. Lambung yang bekerja untuk mencerna makanan yang masuk ke dalam perut saat berpuasa ia akan beristirahat kurang lebih sekitar 11 jam. Hal ini sejalan dengan apa yang disabdakan nabi, dalam salah
satu hadisnya yang berbunyi: “Shuumuu tashih-huu” (berpuasalah kamu nanti
akan sehat). Sebagian besar (jumhur) ahli-ahli kesehatan sepakat mengatakan,
bahwa alat pencernaan (perut) adalah merupakan sumber dari berbagai macam
penyakit. Hal ini sejalan dengan ajaran Nabi yang dilukiskan para hukamah
yang berbunyi: “ Al-bithnu ashlid-daai wal miyatu ashlud-dawaa i “ (Perut
itu pangkal segala penyakit, dan memeliharanya itu pangkal dari pada
pengobatan)

Perut adalah merupakan terminal dalam tubuh. Tempat berlabuh dan
berhenti segala makanan dan minuman. Ikan, daging, nasi, sayur, dan segala
macam bertumpuk di sana dan tersimpan dalam beberapa waktu. Justru itulah
perut perlu dibersihkan setidaknya sekali dalam setahun dengan jalan
mengerjakan puasa.

Kalau kita ibaratkan kepada mesin industri atau mesin mobil,
maka puasa merupakan servis besar yang dilakukan sekali dalam setahun. Mesin
apabila bekerja terus menerus tanpa istirahat dan tanpa diservis akan
membuat mesin cepat aus dan cepat rusak. Demikian juga halnya dengan perut
yang merupakan mesin yang sehari-hari mengolah berbagai macam makanan dan
minuman, yaitu memerlukan istirahat dan servis. Maka istirahat dan servis
bagi perut adalah puasa.

Kalau kita balik-balik lembaran hadis Nabi, maka akan terbacalah
oleh kita nanti, betapa peranan perut dalam tubuh manusia. Menurut
Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwa: “Perut adalah
seumpama kolam air dalam tubuh manusia. Dan pembuluh darah terus mengalir ke
sana untuk diisi. Kalau perut itu sehat, maka kesehatanlah yang dibawa
kembali oleh pembuluh darah itu. Tapi kalau perut itu kotor, maka penyakit
pulalah yang dibawanya.”

Dengan berpuasa berarti memberi peluang kepada tubuh untuk
membuang segala racun dari sisa-sisa makanan dalam tubuh dengan jalan
mengosongkannya. Dr. Med. Ahmad Ramali mengatakan, bahwa istirahat yang
diberikan oleh alat pencernaan makanan, tidak lain akan menambah tenaga
(energi). Seperti halnya membiarkan ladang beberapa lama, untuk
mengembalikan kesuburannya.